Siapa Itu Ahlus Sunnah Wal Jamaah
Bismillah. Islam itu hanya satu, dan yang satu itu telah ditetapkan oleh Allah dan RasulNya.
Allah berfirman, "Sesungguhnya kalian adalah umat yang satu dan Aku adalah Rabb kalian, maka beribadahlah kepadaKu" (Al-Anbiyaa:92)
Rasulullah bersabda, "Telah berpecah kaum Yahudi menjadi tujuh puluh satu golongan, dan telah berpecah kaum Nashara menjadi tujuh puluh dua golongan, sedang umatku akan berpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, semuanya akan masuk neraka kecuali satu. Maka kami pun bertanya, siapakah yang satu itu ya Rasulullah? Beliau menjawab, iaitu orang-orang yang berada pada jalanku dan jalannya para sahabatku di hari ini" (HR Tirmidzi)
"Sesungguhnya kalian akan hidup setelahku, kalian akan mendapati banyak perselisihan. Maka, pegang teguh sunnahku dan sunnah khulafa ar-rasyidin yang mendapat petunjuk setelahku. Pegang teguh sunnah dan gigit dengan gerahammu. Dan hati-hatilah dari perkara yang diada-adakan, karena setiap bid'ah itu sesat." (HR Tirmidzi)
Rasulullah telah mengkhabarkan bahawa ada satu golongan yang selamat dari perpecahan iaitu orang-orang yang beragama dengan menempuh jalan Islam sebagaimana jalan Islam yang ditempuh oleh Rasulullah dan para sahabatnya pada masa itu. Dengan demikian definisi Ahlus Sunnah adalah mereka yang mengikuti sunnah Rasulullah dan sunnah para sahabatnya.
Imam Ibnul Jauzi berkata, "Tidak diragukan bahwa orang yang mengikuti atsar (sunnah) Rasulullah dan para sahabatnya adalah Ahlus Sunnah" (Talbisul Iblis, hal.16)
Disitu muncullah gelaran Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Ahlus Sunnah bermaksud mereka-mereka yang berada di atas jalan Nabi dan Sahabatnya baik dari segi Aqidahnya, Ibadahnya, Dakwahnya, dan segala petunjuknya.
Dan Al-Jamaah pula bermaksud kumpulan manusia yang bersama dalam mencapai kebenaran. Namun kebenaran Al-Jamaah itu bukan dinilai dari jumlahnya, kerana jika kita mengikuti sekelompok manusia kerana bilangannya, sudah pasti kita akan tersesat, kerana Allah telah berfirman,
"Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang dimuka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah." (Al An'am:116)
Yang tepat adalah seperti mana dikatakan oleh Ibnu Mas'ud, "Al-Jamaah adalah yang mengikuti kebenaran walaupun engkau sendirian." (Syarah Usuhul I'tiqaad Al Laalika'i, no.160)
Perlu diketahui juga bahwa istilah Ahlus Sunnah Wal Jamaah muncul untuk membezakan ajaran Islam yang masih murni dan lurus dari Rasulullah dan Sahabat dengan ajaran Islam yang sudah tercampur dengan pemikiran-pemikiran menyimpang seperti pemikiran Muktazilah, Jahmiyah, Qadariyah, Syiメah dan Khawarij. Sehingga orang-orang yang masih berpegang teguh pada ajaran Islam yang masih murni tersebut dinamakan Ahlus Sunnah Wal Jamaah.
Imam Malik pernah ditanya, "Siapakah Ahlus Sunnah itu? Ia menjawab: Ahlus Sunnah itu mereka yang tidak mempunyai laqb (gelaran) yang sudah terkenal. Iaini bukan Jahmiyah, bukan Qadariyah, dan bukan pula Syi'ah." (Al-Intiqa fi Fadlailits Tsalatsatil Aimmatil Fuqaha. hal.35 oleh Ibnu Abdil Barr)
Walaupun pada kenyataannya orang-orang yang berpemikiran menyimpang tersebut, seperti Muktazilah, Jahmiyah, Qadariyah, Syi'ah dan Khawarij juga sebahagiannya mengaku sebagai Ahlus Sunnah.
Namun Ahlus Sunnah yang sebenarnya adalah mereka mengikuti petunjuk Rasulullah berdasarkan pemahaman tiga generasi terbaik iaitu Sahabat, Tabi'in dan Tabi'ut Tabi'in.
Rasulullah bersabda, "Sebaik-baik umatku adalah pada masaku (Sahabat), kemudian orang-orang yang setelah mereka (Tabi'in), lalu orang-orang yang setelah mereka (Tabi'ut Tabi'in)." (HR Bukhari)
Allah berfirman, "Hai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janglah kalian mati kecuali dalam keadaan Islam. Berpegang teguhlah kalian dengan tali agama Allah dan janganlah kalian berpecah belah." (Ali-Imran:102)
Allah berfirman, "Dan janganlah kalian seperti orang-orang yang berpecah belah dan berselisih setelah datang kepada mereka keterangan yang jelas, kerana mereka itu adalah orang-orang yang akan mendapat azab yang besar." (Al-Imran:105)
Allah berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama mereka menjadi berkelompok-kelompok, kamu tidak berkewajipan sedikit pun untuk menguruskan mereka." (Al-An'am:159)
Allahul Musta'an.
No comments:
Post a Comment